Elegi Maret

Yang tercinta telah pergi...
Raganya tak dapat direngkuh lagi..
Tawanya tak akan terdengar lagi...
Tapi kenangan tak akan pernah mati...
Engkau tetap hidup disanubari...

Tangis ku pecah tidak berarti...
Kau tak akan kembali...
Tapi aku percaya sang Maha Agung paling mengerti...
Kau tak akan merasa sakit lagi...

Kami yang mencintai dan mengasihimu...
Akan selalu begitu, itu pasti...
Rasa cinta yang tercipta akan dipanjatkan lewat doa...

Elegi Maret...
Yang kelabu...
Bulan teristimewa bagiku dimana aku pertama kali datang ke dunia...
Sekarang akan menjadi bulan terpilu pula...
Yeah, melihat kau pergi...


Kembali dengan damai kepangkuan illahi..
Bukankah dimana ada perjumpaan pasti ada perpisahan? ...
Bukankah itu hukum dunia?

Kami yang disini akan selalu mencintaimu...
Tak terhalang dimensi...
Tak terbatas waktu...
Selamanya



                                  - Jakarta, 18 Juli 2020






Komentar

Postingan Populer